Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Benarkah Dua Ayat Terakhir Surat At-Taubah Tidak Mutawatir?

Posted by Farid Ma'ruf pada 5 September 2014

Ada yang bilang, dua ayat terakhir surat at-Taubah tidak mutawatir, karena hanya diriwayatkan secara sendirian oleh Abu Khuzaimah al-Anshari radliyallahu ‘anhu (ada yg bilang Khuzaimah).

Anggapan salah ini muncul karena sebagian kecil orang tidak memahami apa yg sebenarnya dikumpulkan oleh tim Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu pada masa pemerintahan Abu Bakar radliyallahu ‘anhu.

Mereka menyangka bahwa Zaid dan timnya ditugaskan untuk mengumpulkan dan menuliskan ayat-ayat yang dihafal oleh para shahabat yang datang menyetor kepada mereka. Ini dilakukan dalam rangka menyusun sebuah mushhaf yg lengkap.

Itu keliru. Yang benar adalah, wallahu a’lam:

Zaid dan tim diperintahkan untuk mengumpulkan dokumen, berupa pelepah kurma, kulit binatang, batu tipis dll yang diatasnya terdapat ayat-ayat Al-Qur’an yang ditulis oleh para shahabat di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika wahyu diturunkan.

Zaid dan timnya tidak menerima tulisan shahabat kecuali jika tulisan itu memenuhi dua syarat:

# SATU, disertai dua orang yang bersaksi bahwa ia merupakan dokumen otentik yang ditulis di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

# DUA, apa yang tertulis di atasnya sesuai dengan hafalan Al-Qur’an yang ada di “dada” para shahabat.

HASIL kerja tim Zaid pada masa Abu Bakar adalah setumpuk dokumen yang berisi tulisan Al-Qur’an asli yang ditulis di hadapan Nabi ‘alaihish sholatu wassalam, yang kemudian disebut shuhuf. Jadi belum bertentuk mush-haf.

Adapun kalau sekedar menuliskan hafalan Al-Qur’an, maka para shahabat tidak memerlukan proyek semacam itu. Karena banyak di antara mereka yang telah hafal Al-Qur’an secara utuh.

Maka dari itu, kembali ke dua ayat terakhir dari At-Taubah, diriwayatkan bahwa Zaid bin Tsabit tidak mendapati seorang pun membawa tulisan dua ayat tersebut. Beliau dan tim berusaha mencari siapa yang membawanya, hingga akhirnya hanya Abu Khuzaimah seorang yang datang membawanya. Beliau merupakan shahabat yg pernah ditetapkan secara khusus oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai orang yang kesaksiannya setara dengan dua orang.

Kenyataan bahwa tim Zaid radliyallaahu ‘anhum mencar-cari tulisan dua ayat terakhir dari surat at-taubah menunjukkan bahwa “dua ayat yang hilang” tersebut sebenarnya ada di dalam hafalan Zaid dan timnya. Keduanya itu tidak hilang dari kepala mereka dan para shahabat yg lain. Yang mereka butuhkan cuma pelepah kurma, kulit atau batu yang di atasnya tertulis dua ayat tersebut, ditulis di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kesimpulannya: bacaan dua ayat terakhir surat At-Taubah dihafal oleh sejumlah besar shahabat dan teriwayatkan secara mutawatir. Hanya tulisan aslinya saja yang dibawa sendirian oleh Abu Khuzaimah radliyallaahu ‘anhu.

NB: Lihat pembahasan masalah ini dalam berbagai kitab Ulumul Qur’an; juga Syakhshiyyah Islamiyyah jilid 1, dan terutama Sejarah Al-Qur’an karya Al-A’zhami

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: