Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Archive for September, 2015

Soal Jawab Seputar Qurban

Posted by Farid Ma'ruf pada 23 September 2015

Rekaman Pengajian
Hukum-hukum Seputar Qurban
oleh KH. M. Shiddiq Al Jawi

Soal Jawab :
1. Hukum menyembelih hewan qurban satu hari sebelum ‘Idul Adha?
2. Hukum arisan qurban?
3. Hukum menjual kulit qurban?
4. Bolehkah sohibul qurban memesan bagian tertentu dari qurbannya?
5. Hukum qurban secara online untuk tempat yang jauh?
6. Bolehkah patungan qurban sapi 7 orang, tetapi nominal patungannya berbeda masing-masing orang?
7. Bagaimana istinbat hukum pendapat yang menyatakan bahwa ‘Idul Adha mengikuti ru’yatul hilal amir Makkah? Baca entri selengkapnya »

Posted in Ibadah | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Definisi Hadits Masyhur

Posted by Farid Ma'ruf pada 21 September 2015

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

Saya punya pertanyaan yang ingin saya ajukan kepada al-‘alim al-fadhil hafazhahullah. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan kitab asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyan juz iii.

Pertanyaan seputar topik hadits masyhur, dimana definisi di dalam cetakan kedua: “(hadits masyhur) adalah apa yang diriwayatkan oleh sejumlah orang dari sahabat yang tidak sampai batas tawatur, kemudian menjadi tawatur pada masa tabi’un dan tabi’ut tabi’in.” Kemudian di cetakan ketiga diubah: “(hadits masyhur) adalah riwayat yang dinukilkan oleh lebih dari tiga orang pada semua tingkatannya, tetapi tidak sampai batas at-tawatur.” Yang rancu bagi saya di sini adalah penjelasan kelanjutannya setelah definisi tersebut. Demikian juga contoh yang dipaparkan untuk hadits masyhur menurut apa yang sesuai dengan definisi cetakan kedua. Yaitu penjelasan dan penggambaran definisi sebelumnya dan bukan untuk definisi yang baru. Semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik kepada Anda dan semoga Allah memberkahi Anda. Baca entri selengkapnya »

Posted in Hadis | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Kaedah Mâ Lâ Yatimmu al-Wâjib Illâ Bihi Fahuwa Wâjibun

Posted by Farid Ma'ruf pada 21 September 2015

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

Saya punya pertanyaan yang ingin saya ajukan kepada al-‘alim al-fadhil hafazhahullah. Dan dua pertanyaan tersebut berkaitan dengan kitab asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyan juz iii.

Pertanyaan seputar topik mâ lâ yatimmu al-wâjib illâ bihi fahuwa wâjibun – Sesuatu yang suatu kewajiban tidak sempurna kecuali dengan sesuatu itu, maka sesuatu itu hukumnya wajib-. Di mana dinyatakan di kitab tersebut, “Adapun bila (pelaksanaan) suatu kewajiban itu memiliki persyaratan, maka tidak ada perbedaan pendapat bahwa mewujudkan persyaratan tersebut bukan wajib. Yang wajib adalah apa-apa yang wajibnya ditetapkan oleh dalil. Hal itu seperti wajibnya shalat tertentu. Shalat tersebut disyaratkan dengan adanya thaharah…” Kalimat ini bisa dipahami, akan tetapi contoh tersebut menjadi obyek kerancuan. Sebab thaharah bukan merupakan syarat dalam wajibnya shalat, melainkan thaharah itu merupakan syarat penunaian shalat. Saya melihat di sebagian kitab ushul yang menggambarkan ungkapan ini dengan kemampuan (istithâ’ah) terkait dengan haji, haul terkait dengan nishab zakat. Saya dapati contoh itu lebih dekat untuk apa yang dimaksudkan. Lalu bagaimana pendapat Anda? Semoga Allah memberi balasan yang lebih baik kepada kita.

Semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik kepada Anda dan semoga Allah memberkahi Anda.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Ushul Fikh | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Hukum Mendoakan Keburukan Bagi Penghalang Perjuangan Khilafah

Posted by Farid Ma'ruf pada 4 September 2015

Tanya:

Ustadz, bolehkah kita mendoakan keburukan bagi orang yang menghalang-halangi perjuangan tegaknya Khilafah? (Rahmat, Bogor).

Baca entri selengkapnya »

Posted in Doa | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Bolehkah Memenjarakan Pengemis dan Gelandangan?

Posted by Farid Ma'ruf pada 2 September 2015

Pertanyaan :

Bolehkah negara menghukum/memenjarakan pengemis dan gelandangan?

Baca entri selengkapnya »

Posted in Ekonomi | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »