Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Archive for the ‘Ekonomi’ Category

Nizhamul Iqtishodi fil Islam

Notulensi Kajian Arisan dalam Islam bersama Ust Shiddiq Al-Jawi

Posted by Farid Ma'ruf pada 25 Maret 2017

Pentingnya sebuah amal bagi seorang muslim agar selalu sesuai dengan syariah Islam karena untuk mendapatkan keridhaan Allah, begitu pula dengan forum arisan. Realitasnya saat ini, banyak ibu-ibu ataupun bapak-bapak yang mengikuti kegiatan arisan baik di sekolah, kampung, ataupun komunitas tertentu. Arisan penting untuk dikaji karena merupakan salah satu amalan yang sering dilakukan, sayangnya banyak kaum muslimin yang minim dalil salah melakukan model arisan. Baca entri selengkapnya »

Posted in Ekonomi | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Hukum Akad ad-Diwani dan an-Nisfaki yang Masyhur di Afganistan

Posted by Farid Ma'ruf pada 9 Maret 2017

Soal:

As-Salamu ‘alaikum …

Syaikhuna al-Jalil, di kami di Afganistan ada muamalah yang tidak kami ketahui keshahihannya dan itu sangat marak. Redaksinya: orang fakir mengambil anak sapi umur satu tahun atau sepuluh bulan, ia rawat satu atau dua tahun. Jika anak sapi itu betina lalu bunting dan melahirkan maka orang fakir itu mengambil anak sapi itu dan air susu induk sapi itu dan dia serahkan sapi betina induk ke pemiliknya. Atau ia jual sebelum bereproduksi (beranak) dan dibagi separo-separo. Dan jika anak sapi itu jantan, maka ia jual dengan pembagian separo-separo atau ia tahan (ia rawat) dan berbagi dua manfaatnya. Potret pertama disebut Diwânî dan potret kedua disebut Nisfaki. Apakah akad ini fasid atau shahih?

Semoga Allah memberi Anda balasan yang lebih baik. Baca entri selengkapnya »

Posted in Ekonomi | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Menjual Buah yang Masih di Pohon

Posted by Farid Ma'ruf pada 21 Februari 2017

Soal:

Syaikhuna dan amiruna, assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu. Di negeri kami ada praktek penjualan hasil dari pohon itu sendiri sebelum dipanen. Sebagai contoh, seperti cengkeh, lada, kelapa, dsb, dijual dengan model seperti itu. Pemilik tanah akan menanam, mengairi dan memupuk tanaman tersebut untuk memaksimalkan hasil. Ketika sudah berbuah di pohon, buah itu dijual dengan harga yang diestimasi, sehingga pembeli harus memanen buah itu dan menjualnya pada waktu yang tepat. Pembeli akan membayar harga yang disepakati kepada penjual (pemilik tanah) sebelum memanen. Ketika penjualan sudah terjadi (harga disepakati antara penjual dan pembeli), penjual (pemilik tanah) tidak bertanggungjawab pada produksi sama sekali. Pembeli bisa memanennya segera atau dia bisa menundanya sampai masak. Tetapi menjadi tanggungjawabnya untuk melindungi tanaman (dari hewan, pencuri, dsb). Apakah praktek seperti ini dibolehkan oleh Islam? Semoga Allah melimpahkan berkah kepada Anda dan menganugerahi kemenangan untuk umat di bawah kepemimpinan Anda. Selesai. Baca entri selengkapnya »

Posted in Ekonomi | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Perbedaan Antara Privatisasi dan Nasionalisasi Dengan Pemberian Oleh Negara (al-Iqthâ’u)

Posted by Farid Ma'ruf pada 7 Februari 2017

Soal:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu. Apa perbedaan antara privatisasi dalam sistem kapitalisme dan pemberian (al-iqthâ’u) yang dinyatakan di dalam kitab al-Amwâl? Semoga Allah memberikan balasan kepada Anda seribu kebaikan.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Ekonomi | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Muslim Menjual Peralatan Ibadah Bagi Agama Lain, Bolehkah?

Posted by Farid Ma'ruf pada 19 Januari 2017

Tanya :
Ustadz, bagaimana hukumnya seorang muslim menjual alat ibadah untuk agama lain? Di tempat kami ada muslim yang menjual kerajinan anyaman bambu untuk tempat sesajen bagi orang Hindu? (Sulaiman, Banyuwangi) Baca entri selengkapnya »

Posted in Ekonomi | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Hukum Layanan Delivery Makanan dengan Ojek

Posted by Farid Ma'ruf pada 3 Januari 2017

Tanya :

Ustadz, sekarang ada layanan delivery makanan dengan ojek secara on-line. Setelah pasang aplikasi layanan tersebut di HP, kita bisa pesan makanan di suatu restoran. Pihak ojek akan membelikan dan menalangi dulu, lalu makanan diantar kepada kita. Apakah itu boleh? (Ari Rahman, Jember)

Baca entri selengkapnya »

Posted in Ekonomi | Dengan kaitkata: , | 2 Comments »

Seputar Hukum Arisan

Posted by Farid Ma'ruf pada 20 November 2016

Tanya :

Ustadz, mohon dijelaskan hukum arisan! (Alvan, Surabaya).

  Baca entri selengkapnya »

Posted in Ekonomi | Dengan kaitkata: | 1 Comment »

Zakat Utang

Posted by Farid Ma'ruf pada 10 Agustus 2016

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Saya bekerja di salah satu universitas Palestina. Banyak kesempatan kami melakukan pekerjaan tambahan (lembur) akan tetapi kami tidak mengambil upah pekerjaan tambahan ini melainkan ditahan oleh universitas sebagai piutang kami yang ada dalam tanggungan universitas. Bisa jadi, rekening salah satu dari kami telah jauh melebihi nishab zakat (setelah bertahun-tahun pekerjaan tambahan/lembur). Piutang ini tidak dianggap sebagai piutang yang tidak ada, melainkan bisa diperoleh, akan tetapi tidak diketahui waktunya. Saya misalnya, saya tidak mengambil upah pekerjaan tambahan/lmbur sejak empat tahun dan saya tidak tahu kapan saya ambil. Apakah di dalam harta ini ada zakat atau tidak? Jika di dalamnya ada zakat apakah zakat itu ketika menariknya sekaligus atau pada setiap tahun?

Perlu diperhatikan: banyak ustadz (dosen) yang bingung dalam masalah ini dan mereka mencari jawaban yang mencukupi. Semoga Allah melimpahkan berkah kepada Anda. Baca entri selengkapnya »

Posted in Ekonomi | Dengan kaitkata: | 1 Comment »