Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Archive for the ‘Hadis’ Category

Definisi Hadits Masyhur

Posted by Farid Ma'ruf pada 21 September 2015

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

Saya punya pertanyaan yang ingin saya ajukan kepada al-‘alim al-fadhil hafazhahullah. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan kitab asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyan juz iii.

Pertanyaan seputar topik hadits masyhur, dimana definisi di dalam cetakan kedua: “(hadits masyhur) adalah apa yang diriwayatkan oleh sejumlah orang dari sahabat yang tidak sampai batas tawatur, kemudian menjadi tawatur pada masa tabi’un dan tabi’ut tabi’in.” Kemudian di cetakan ketiga diubah: “(hadits masyhur) adalah riwayat yang dinukilkan oleh lebih dari tiga orang pada semua tingkatannya, tetapi tidak sampai batas at-tawatur.” Yang rancu bagi saya di sini adalah penjelasan kelanjutannya setelah definisi tersebut. Demikian juga contoh yang dipaparkan untuk hadits masyhur menurut apa yang sesuai dengan definisi cetakan kedua. Yaitu penjelasan dan penggambaran definisi sebelumnya dan bukan untuk definisi yang baru. Semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik kepada Anda dan semoga Allah memberkahi Anda. Baca entri selengkapnya »

Posted in Hadis | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Dha’if-kah Hadis Tentang Bakal Kembalinya Khilafah?

Posted by Farid Ma'ruf pada 2 Desember 2014

Menegakkan Khilafah ar-Rasyidah yang akan menerapkan syariah secara total adalah wajib. Kewajiban itu dinyatakan dalam banyak nash baik al-Quran, Hadis Nabi saw. maupun Ijmak Sahabat. Kewajiban menegakkan Khilafah dengan mengangkat seorang imam/khalifah ini telah disepakati oleh seluruh ulama Sunni, Syiah, Muktazilah dan Khawarij (dari kalangan mazhab akidah); juga ulama Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali (dari kalangan mazhab fikih). Bahkan para ulama telah menyebut kewajiban ini sebagai kewajiban paling agung. Baca entri selengkapnya »

Posted in Hadis | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Wanita dalam Hadits “Tujuh Golongan yang Dinaungi Allah dalam Naungan-Nya pada Hari Tidak Ada Naungan Kecuali Naungan-Nya”

Posted by Farid Ma'ruf pada 27 Maret 2014

Pertanyaan:

Assaslamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

Dalam hadits dari Abu Hurairah ra., dari Nabi saw, beliau bersabda:

«سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ، يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: الإِمَامُ العَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي المَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ، فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ، أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ»

“Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: imam yang adil; pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Rabbnya; laki-laki yang hatinya terpaut pada masjid; dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah bertemu dan berpisah karena Allah; laki-laki yang diminta oleh wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan lalu ia berkata: aku takut kepada Allah; laki-laki yang bersedekah ia menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya; dan laki-laki yang mengingat Allah dikala sendirian lalu kedua matanya berurai air mata.” (Muttafaq ‘alayhi)

Baca entri selengkapnya »

Posted in Hadis | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Benarkah Hadits Kembalinya Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah adalah Hadits Lemah/Dhaif?

Posted by Farid Ma'ruf pada 4 Maret 2014

Pertanyaan :

Ada sebagian orang yang menyatakan bahwa hadits tentang akan kembalinya Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah adalah Hadits yang Lemah (Dhaif). Buktinya, Imam Bukhari tidak memasukkan hadits tersebut. Benarkah demikian? Baca entri selengkapnya »

Posted in Hadis | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Bagaimana Membicarakan Perang pada Diri Sendiri?

Posted by Farid Ma'ruf pada 2 Januari 2014

Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Syaikhuna Atha’ Abu ar-Rasytah,

Rasulullah saw bersabda:

«مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ، وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ، مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ»

Siapa saja yang mati dan tidak berperang dan tidak membicarakan perang pada dirinya, ia mati di atas salah satu cabang nifaq

Lalu bagaimana terjadinya membicarakan perang pada diri sendiri? Semoga Allah memberkahi Anda dan memberi Anda taufik untuk segala perkara. Baca entri selengkapnya »

Posted in Hadis | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Hadits Bisyarah

Posted by Farid Ma'ruf pada 27 Agustus 2013

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum warhamatullah wa barakatuhu. Ada hadits-hadits yang zhanni tsubut yang kita jadikan dalil ketika kita berinteraksi dengan masyarakat untuk menyebarkan pemikiran Islam dan kita sampaikan kabar gembira dengan kabar gembira dari Rasulullah saw semisal hadits:

«تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ… ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ نُبُوَّةٍ»

Ada ditengah kalian masa kenabian atas izin Allah akan tetap ada … kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian Baca entri selengkapnya »

Posted in Hadis | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Makna Hadits Tentang Mujadid Setiap Akhir Seratus Tahun

Posted by Farid Ma'ruf pada 28 Juni 2013

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

Semoga Allah memberkahi Anda dan mempercepat nushrah melalui tangan Anda … dan semoga Allah memberi manfaat kepada kami dengan ilmu Anda.

Di antara hadits-hadits shahih yang masyhur adalah apa yang diriwayatkan oleh Shahabat yang mulia Abu Hurairah ra., dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا»

Sesungguhnya Allah mengutus untuk umat ini, pada setiap akhir seratus tahun, orang yang memperbaharui untuk umat agama mereka  Baca entri selengkapnya »

Posted in Hadis | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Takhrij Hadits Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Tak Akan Mendekatkamu Pada Ajal atau Menjauhkanmu dari Rizki

Posted by Farid Ma'ruf pada 26 Oktober 2012

Tanya :

Mohon dijelaskan perawi hadits yang ustadz sebutkan, yaitu hadits yang berbunyi sbb :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ألا لا يَمْنَعَنَّ أحدَكم رهبةُ الناس أن يقول بحقٍ إذا رآه أوشهده فإنه لا يقرّب من أجل ولا يباعد من رزق أن يقول بحقٍ أو يذكّر بعظيم (حديث صحيح)

Baca entri selengkapnya »

Posted in Hadis | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »