Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Archive for the ‘Pakaian-Penampilan’ Category

busana

Hukum Dompet dari Kulit Ular dan Buaya

Posted by Farid Ma'ruf pada 9 April 2015

Tanya :

Ustadz, apa hukumnya dompet dari kulit ular dan kulit buaya? (Nurwidianto, Bantul) Baca entri selengkapnya »

Posted in Pakaian-Penampilan | Leave a Comment »

Hukum Seputar Cincin dan Akik

Posted by Farid Ma'ruf pada 17 Maret 2015

Tanya :

Ustadz, mohon jelaskan hukum syariah seputar cincin? Benarkah ada hadits yang menerangkan keutamaan cincin akik? Bolehkah mempercayai bahwa cincin mempunyai khasiat tertentu? (Hamba Allah, Makassar).

Baca entri selengkapnya »

Posted in Pakaian-Penampilan | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Seputar Pakaian Syar’iy Untuk Wanita di Kehidupan Umum dan Kehidupan Khusus

Posted by Farid Ma'ruf pada 10 Februari 2015

Pertanyaan:

Nessrine Boudhafri

Semoga Allah SWT melimpahkan berkah kepada Anda amiruna dan menolong Anda… Akan tetapi pertanyaan dalam konteks ini, Anda katakan dalam jawaban Anda “Karena itu maka wanita tidak boleh mengenakan wig secara menyolok dalam kehidupan umum hingga meskipun wanita itu mengenakan jilbab, namun jika ia mengenakan kerudung di atas wig itu yang menutupinya secara sempurna dan tidak tersisa bekas di depan orang yang melihat”. Dari ini bisa dipahami bahwa boleh memakai wig di bawah kerudung atau di dalam rumah misalnya, kemudian tidakkah wig itu mengambil hukum menyambung rambut?

Baca entri selengkapnya »

Posted in Pakaian-Penampilan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Apa Batasan Tabarruj?

Posted by Farid Ma'ruf pada 5 Februari 2015

Soal:

Benarkah memakai celana panjang bagi perempuan termasuk tabarruj? Lalu apa dan siapa yang menentukan batasan tabarruj bagi kaum perempuan sehingga tidak boleh?

  Baca entri selengkapnya »

Posted in Pakaian-Penampilan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Penjelasan Makna Tabarruj

Posted by Farid Ma'ruf pada 12 Januari 2015

Pertanyaan:

Syaikhuna yang dimuliakan. Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

Saya telah membaca apa yang Anda tulis mengenai pemakaian celana panjang di depan kerabat dan bahwa itu tidak syar’iy akan tetapi Anda tidak menyertakan dalil… Hanya saja, Anda mengatakan bahwa itu termasuk tabarruj. Sebagaimana yang kita pelajari bahwa makna tabarruj adalah semua hal yang menarik pandangan. Dan bisa saja pandangan masyarakat untuk tabarruj itu berbeda-beda dari satu negeri ke negeri lainnya. Celana panjang seperti yang saya ketahui di kehidupan sosial kami yang khusus diantara kerabat menjadi sesuatu yang tidak menarik pandangan. Sebab masyarakat di kehidupan khusus memakai pakaian gamis panjang dan celana panjang. Celana panjang itu tidak menarik pandangan sebab semua orang seperti kami. Dan masyarakat tempat kami hiduplah yang menentukan pandangannya untuk pakaian tersebut apakah di dalamnya ada tabarruj atau tidak, yakni apakah menarik pandangan atau tidak. Jadi saya mohon penjelasan dari Anda… Baca entri selengkapnya »

Posted in Pakaian-Penampilan | Leave a Comment »

Hukum Karyawan Muslim Memakai Atribut Natal

Posted by Farid Ma'ruf pada 18 Desember 2014

Tanya :

Bolehkah karyawan muslim di mal atau pusat perbelanjaan memakai atribut Natal (seperti topi sinterklas)? Baca entri selengkapnya »

Posted in Pakaian-Penampilan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Benarkah Jilbab Adalah Produk Budaya Arab?

Posted by Farid Ma'ruf pada 25 Oktober 2014

Pertanyaan :
Apakah benar pernyataan yang mengatakan kalau jilbab sesungguhnya adalah produk budaya Arab? Baca entri selengkapnya »

Posted in Pakaian-Penampilan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Perlakuan Khilafah Terhadap Non Muslim Dalam Hal Makanan dan Pakaian

Posted by Farid Ma'ruf pada 22 Agustus 2014

Pertanyaan:

Salaams Sheikh

My question is on an article in the Constitution. In article 7, clause 4 or clause D from the English translation of the second edition 2010, it is stated: The non-Muslims will be treated in matters related to foodstuffs and clothing according to their faith and within the scope of what the Shari’ah rules permit. My question is related to clothing.

Will Non-Muslim women be allowed to wear any clothing as long as it covers the bodies and is modest, such as long dresses or trousers and a shirt? Or will they be required to wear Khimar and Jilbaab like the Muslim women? Baca entri selengkapnya »

Posted in Pakaian-Penampilan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.002 pengikut lainnya.