Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Archive for the ‘Ushul Fikh’ Category

Kaedah Mâ Lâ Yatimmu al-Wâjib Illâ Bihi Fahuwa Wâjibun

Posted by Farid Ma'ruf pada 21 September 2015

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

Saya punya pertanyaan yang ingin saya ajukan kepada al-‘alim al-fadhil hafazhahullah. Dan dua pertanyaan tersebut berkaitan dengan kitab asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyan juz iii.

Pertanyaan seputar topik mâ lâ yatimmu al-wâjib illâ bihi fahuwa wâjibun – Sesuatu yang suatu kewajiban tidak sempurna kecuali dengan sesuatu itu, maka sesuatu itu hukumnya wajib-. Di mana dinyatakan di kitab tersebut, “Adapun bila (pelaksanaan) suatu kewajiban itu memiliki persyaratan, maka tidak ada perbedaan pendapat bahwa mewujudkan persyaratan tersebut bukan wajib. Yang wajib adalah apa-apa yang wajibnya ditetapkan oleh dalil. Hal itu seperti wajibnya shalat tertentu. Shalat tersebut disyaratkan dengan adanya thaharah…” Kalimat ini bisa dipahami, akan tetapi contoh tersebut menjadi obyek kerancuan. Sebab thaharah bukan merupakan syarat dalam wajibnya shalat, melainkan thaharah itu merupakan syarat penunaian shalat. Saya melihat di sebagian kitab ushul yang menggambarkan ungkapan ini dengan kemampuan (istithâ’ah) terkait dengan haji, haul terkait dengan nishab zakat. Saya dapati contoh itu lebih dekat untuk apa yang dimaksudkan. Lalu bagaimana pendapat Anda? Semoga Allah memberi balasan yang lebih baik kepada kita.

Semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik kepada Anda dan semoga Allah memberkahi Anda.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Ushul Fikh | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

As-Sunnah al-Fi’liyah al-Mutawâtirah

Posted by Farid Ma'ruf pada 16 Agustus 2015

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

Ada dua pertanyaan jika Anda berkenan, semoga Allah memberi Anda taufik…

  1. Di dalam buku asy-Syakhshiyyah al-Islamiyah juz III halaman 82 dinyatakan sebagai berikut:

“Dan hadits mutawatir itu qath’iy tsubut berasal dari Nabi saw, memberi faedah pengetahuan yang bersifat yakin/pasti (‘ilman yaqîniyan) dan wajib diamalkan dalam apa saja, baik berupa as-sunnah al-qawliyah (sunnah berupa ucapan) atau fi’liyah (berupa perbuatan) atau as-sukûtiyah (berupa diam persetujuan). Diantara hadits-hadits qawliyah mutawatirah adalah sabda Rasul saw: Baca entri selengkapnya »

Posted in Ushul Fikh | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Seputar ash-Shaghâir dan al-Kabâir

Posted by Farid Ma'ruf pada 11 September 2014

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

Syaikhuna al-jalil, saya punya pertanyaan seputar ungkapan di buku ash-Syakhshiyyah juz I halaman 46, “Dan masuk neraka orang yang dikehendaki Allah dari kaum Muslimin yang lebih berat dosa-dosa besar mereka (kabâiruhum) dan keburukan-keburukan mereka (sayyiâtuhum) atas dosa-dosa kecil mereka (shaghâiruhum) dan kebaikan-kebaikan mereka (hasanâtuhum).” Apa maksud dosa-dosa kecil (ash-shaghâir)? Dan kenapa diletakkan bersama kebaikan-kebaikan (hasanât) jika makna shaghâir adalah dosa-dosa? Perlu diketahui bahwa saya bukan anggota Hizb dikarenakan tidak adanya aktivitas Hizb di daerah kami.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Ushul Fikh | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Adakah Ijtihad pada Nash-nash Qath’iy Dilalah?

Posted by Farid Ma'ruf pada 21 April 2014

Pertanyaan:

Di dalam buku Nizhâm al-Islam dinyatakan:

“Karena itu, tujuan-tujuan luhur untuk menjaga entitas masyarakat bukan berasal dari buatan manusia, akan tetapi dari perintah-perintah dan larangan-larangan Allah. Dan itu bersifat tetap tidak berubah dan berevolusi. Penjagaan atas jenis manusia, penjagaan atas akal, penjagaan atas kehormatan manusia, penjagaan atas jiwa manusia, penjagaan atas kepemilikan individu, penjagaan atas agama, penjagaan atas keamanan, penjagaan atas negara, semua itu merupakan tujuan-tujuan luhur yang bersifat tetap untuk menjaga entitas masyarakat, tidak ada perubahan dan perkembangan.”

Pertanyaan: tidakkah ada ijtihad-ijtihad di konstitusi untuk mengubah beberapa teks sementara dinyatakan di teks tersebut tidak ada perubahan dan perkembangan? Saya mohon penjelasan hal itu semoga Allah memberkahi Anda dan menolong Anda. Baca entri selengkapnya »

Posted in Ushul Fikh | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Batasan Bertaklid dalam Satu Masalah

Posted by Farid Ma'ruf pada 4 September 2013

Tanya :

Ustadz, mohon penjelasan mengenai hukum bertaklid, bahwa tidak boleh seorang muqallid bertaklid kepada lebih dari satu orang mujtahid jika masih dalam satu masalah?

Fatih, Jakarta

Baca entri selengkapnya »

Posted in Ushul Fikh | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Bolehkah Fakta Dijadikan Sumber Hukum

Posted by Farid Ma'ruf pada 1 Mei 2010

Penyesatan Oleh Kelompok Liberal, Mencatut al-Imam ath-Thufi

Soal:

Bolehkah menjadikan fakta/realitas sebagai sumber hukum? Benarkah menggunakan maslahat sebagai dalil, sama dengan menggunakan fakta/realitas sebagai sumber hukum? Baca entri selengkapnya »

Posted in Ushul Fikh | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Bagaimana Menyikapi Perbedaan Mazhab

Posted by Farid Ma'ruf pada 27 November 2007

Soal:

Bagaimana menyikapi perbedaan mazhab di antara sesama Muslim? Sejauh manakah perbedaan mazhab yang dibenarkan, dan tidak? Baca entri selengkapnya »

Posted in Ushul Fikh | Dengan kaitkata: | 4 Comments »

Perintah “Nabi” dari Alam Mimpi

Posted by Farid Ma'ruf pada 17 Juli 2007

Pertanyaan :

JURU KUNCI SAYYIDINA MEKKAH BERMIMPI BERTEMU RASULULLAH SAW BELIAU BERPESAN ! KUATKAN AQIDAH DALAM BERIBADAH KARENA DUNIA INI SUDAH GOYAH DAN TUA.

Mas td dpt sms spt itu, nomor tdk kenal. Bener gak mas? Baca entri selengkapnya »

Posted in Ushul Fikh | Dengan kaitkata: , | 7 Comments »